This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Tips Mempercepat Ubuntu

Hey boys and babes, kali ini gue mau berbagi trik's & tips yang semoga bisa membuat pc/laptop
kamu yang menggunakan Ubuntu bisa lebih responsive dan cepat kinerjanya.
oke langsung aja dibawah ini trik & tips nya.
________________________________________________________________________________________________________


1. Install Preload.

Preload merupakan daemon yang berjalan dilatar belakang (tak terlihat),
yang mendeteksi aplikasi yang paling sering digunakan,
dan menyimpannya dalam cache sehingga bisa merespon dengan cepat kinerja aplikasi2,
yang akan menghasilkan waktu kinerja sistem lebih cepat.

Synaptic-package-manager (spm) -> install Preload.


--------------------------------------------------------------------------------------------------


2. Bersihkan APT Cache.

*Kalian semua perlu membersihkan cache2 / sumber2 / sampah2 yang tidak perlu.
sebulan sekali saja. bisa makai Ubuntu-Tweak maupun Bleachbit.

Ubuntu tweak -> Janitor -> centang semua yang ada disebelah kiri -> Clean.

Bleachbit -> centang yg diperlukan -> preview -> clean.

(((NOTE))).
~Untuk installasi Ubuntu-tweak / Bleachbit, kesini aja -> http://goo.gl/DTYpj


-------------------------------------------------------------------------------------------------


3. Disable start up aplikasi yang tidak perlu.

*Ada banyak aplikasi yang dikonfigurasi untuk secara otomatis ketika sistem Ubuntu
pertama kali dinyalakan. Anda dapat mengelola aplikasi yang berjalan otomatis tersebut
dengan membuka aplikasi startup aplication. berikut caranya.

Startup aplications -> jangan dicentang yang tidak perlu.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


4. Mengatur swappiness.

*Untuk memeriksa swappiness yg saat ini anda gunakan, buka terminal, command..

sudo gedit /etc/sysctl.conf

*biasanya default swappiness bawaan Ubuntu adalah 60, kalo tidak ada keterangan swappiness=?,
ditambahin aja dibaris paling bawah seperti ini:

vm.swappiness=10

save, close lalu restart untuk melihat hasilnya.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


5. Percepat waktu boot dengan cara disable grub menu.

*Cara ini adalah untuk mempercepat waktu booting, kalo nyalain pc/laptop
agar tidak menampilkan menu boot. langsung aja..

sudo gedit /etc/default/grub

*cari pada tab gedit yang aslinya seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=10

*rubah jadi seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=0

*klik save, close.
*kalo mau tak pakai timer/timeout pada menu grub-nya, rubah seperti ini:

GRUB_TIMEOUT=-1

sudo update-grub
sudo update-grub2

*lalu reboot untuk melihat hasilnya.

(((NOTE))).
~Tidak direkomendasikan untuk pengguna dual-boot.
~cara yg tidak pakai timer/timeout malah direkomendasikan untuk pengguna dual-boot.

-------------------------------------------------------------------------------------------------


6. Disable Visual Effects.

*untuk men-disable visual effect adalah..

Synaptic-package-manager -> lalu, install compizconfig-settings-manager (ccsm).

*kalo sudah terinstall, buka ccsm, pilih tab "Effects" disebelah kiri & hapus semua centangnya.



-------------------------------------------------------------------------------------------------


7. Gunakan TMPFS Untuk Mengurangi Disk I/O (error).

*Folder /tmp dapat menerima banyak proses read/write dari kinerja harddisk.
ini akan memebuat kinerja pc/laptop akan agak berat. kamu dapat memanfaatkan RAM pada sistem kamu.
jadi bukan harddisk yang berkerja untuk proses read/write pada Ubuntu kamu, tapi ram.
berikut caranya..

sudo gedit /etc/fstab

*kalo gedit udah terbuka, tambahkan command dibawah ini dibaris paling bawah tanpa paragraf.

# Move /tmp to RAM
tmpfs /tmp tmpfs defaults,noexec,nosuid 0 0

*save, close dan reboot untuk melihat hasilnya.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


8. Menggunakan Desktop Environment yang ringan.

-Gnome-shell
-gnome-classic
-lxde
-xfce
-dll (dan lain-lain).



-------------------------------------------------------------------------------------------------


9. Gunakan semua core CPU Untuk Startup Sistem.

*Jika komputer kamu dilengkapi dengan CPU multi-core, kamu dapat mengkonfigurasi sistem
untuk menggunakan semua core yang tersedia dengan mengikuti petunjuk dibawah ini..

sudo gedit /etc/init.d/rc

*kalo gedit udah terbuka, kemudian cari "CONCURRENCY" paling atas sendiri dan rubah yang asli:

CONCURRENCY=none

*rubah menjadi seperti dibawah ini:

CONCURRENCY=makefile

*save, close lalu reboot untuk melihat hasilnya.

(((note))).
~ ingat, CONCURRENCY yang paling atas sendiri yg dirubah, lainnya cuekin aja.


------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga Bermanfaat ~> Nexus
_________________________

Sumber : Ubuntu Indonesia

Cara install wine 1.5

Wine merupakan program yang memungkinkan Anda menjalankan aplikasi berbasis Windows pada Linux. Selain itu, Wine juga dapat digunakan pada Mac OS X, Solaris dan BSD. Aplikasi yang sering Anda gunakan di Windows seperti Microsoft Office, Winamp, aplikasi editor grafik, dll. dapat berjalan di Linux dengan bantuan Wine. Jadi bagi Anda yang masih terbiasa dengan aplikasi-aplikasi Windows tidak usah khawatir saat Anda bermigrasi ke Linux. Walaupun demikian, tersedia pula berbagai aplikasi padanan yang lebih variatif di GNU/Linux. Terlebih sebagian besar aplikasi padanan tersebut legal untuk digunakan dan didistribusikan (open source). 
install wine on linux
Sumber: winehq.org
Berikut beberapa cara untuk menginstall Wine 1.5.22 di beberapa distro GNU/Linux.
Ubuntu dan Linux Mint
  • Melalui Ubuntu Software Center / Software Manager
    • Menu – System Tools – Administration – Software Manager
    • Ketikkan 'wine' dan install Wine
      install wine on linux
  •  Melalui Terminal
    sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
    sudo apt-get update
    sudo apt-get install wine1.5
    Saat proses instalasi, akan muncul gambar seperti dibawah. PIlih dengan tekan tombol panah kiri atau kanan kemudian tekan Enter.

    install wine on linuxinstall wine on linux
    Kemudian install winetricks
    sudo apt-get install winetricks 
    Setelah Wine terinstall, lakukan konfigurasi Wine
    winecfg
    install wine on linux
     
    Proses instalasi Wine pada Ubuntu/ Linux Mint selesai.


    C
    oba jalankan aplikasi Windows (misal notepad.exe) dengan Wine 

    wine notepad.exe

Install Dualboot Windows 7 dengan Ubuntu 12.10


 ubuntu-12.10

18 Oktober lalu Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal telah resmi dirilis dengan membawa banyak sekali perubahan dan dukungan untuk teknologi terbaru. Pada artikel kali ini SmilePedia akan memberikan tutorial bagaimana cara menginstal Ubuntu 12.10 dengan Windows 7. Menginstal Ubuntu 12.10 sangatlah gampang karena proses penginstalan menggunakan interface yang user friendly.
Baiklah sobat Smile, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menyiapkan partisi kosong secukupnya untuk menginstal Ubuntu. Pengguna baru yang belum pernah menginstal OS Linux sebaiknya mempelajadi terlebih dahulu proses pembuatan partisi untuk menghindari risiko kehilangan data atau terhapusnya OS lain yang sudah terinstal. Anda juga dapat merujuk ke artikel ini untuk mempelajari cara pembuatan partisi.

Kedua, siapkan dulu live DVD/USB installer Ubuntu 12.10 yang akan Anda gunakan. Pada tutorial ini saya menggunakan USB untuk menginstal Ubuntu 12.10. Bagi yang ingin membuat installer via USB silahkan Anda pelajari halaman ini. Anda yang belum memiliki file iso Ubuntu silahkan download di halaman ini.

Untuk pemula, backup dulu file-file dan dokumen penting milik Anda ke media lain karena data dan file-file yang Anda hapus selama proses instalasi tidak dapat dikembalikan lagi alias lenyap.

Lakukan booting pada live DVD/USB Ubuntu 12.10. Ketika masuk ke layar selanjutnya pilihlah "Try Ubuntu Without Installing" untuk memastikan apakah Ubuntu berjalan pada perangkat Anda.

Setelah Anda masuk ke desktop Ubuntu, Anda dapat mencicipi terlebih dahulu sebelum OS ini diinstal. Jika sudah puas dan yakin ingin diinstal, double klik icon "Install Ubuntu 12.10"  pada desktop.


Pada jendela yang muncul, pilihlah bahasa yang Anda sukai atau biarkan dalam pilihan default (english). Klik "Continue" untuk lanjut ke langkah berikutnya.


Pada jendela selanjutnya yang muncul, klik saja "Continue" untuk melanjutkan. Karena halaman ini hanya untuk memeriksa kesiapan perangkat Anda. Saran saya putuskan saja koneksi internet karena jika Anda menginstal third party software akan membuat proses instalasi sangat lama.


Pada jendela Wireless, pilih opsi "I don't want to connect to a wi-fi network right now" lalu klik Continue.


Pada jendela Installation type, karena kita akan menginstal dual boot maka pilih opsi "Something else".


Nah, pada langkah ini Anda dihadapkan pada susunan partisi hardisk. Pada langkah ini berhati-hatilah agar tidak terjadi kesalahan memilih partisi yang Anda gunakan untuk menginstal Ubuntu karena jika salah maka isi partisi itu akan lenyap. Anda harus mengingat-ingat ukuran partisi yang telah Anda buat sebelumnya.

Jika sudah yakin, pilihlah partisi yang akan Anda gunakan lalu tekan tombol minus (-) untuk menghapus partisi sehingga Anda mendapatkan partisi "free space". Kemudian pilih partisi free space tersebut dan klik tombol (+) untuk membuat partisi baru.


Setelah tombol (+) maka akan muncul jendela Creat partition. Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi "swap". Pada opsi "Size", isikan kapasitas swap sesuai kebutuhan Anda. Pada contoh ini saya mengisikan swap sebesar 1025 MB atau sekitar 1 GB. Kemudian pada opsi yang lain Anda sesuaikan dengan gambar. Pada opsi "Use as" silahkan pilih "swap area" pada drop down menu. Klik OK jika sudah selesai.


Pilih lagi partisi free space dan klik tombol (+) untuk membuat partisi root (/). Pada jendela Creat Partition, tentukan ukuran root dalam satuan MB pada opsi "Size". Partisi root ini adalah partisi tempat dimana sistem akan diinstal. Jika pada Windows, partisi root sama dengan partisi C. Contoh ini saya mengisikan 35000 MB atau 35 GB untuk sistem saya. Pada opsi "Use as", pilih "Ext4 journaling file system" dan pada opsi "Mount point" pilihlah tanda "/". Opsi yang lain sesuaikan dengan gambar.


Nah, partisi terakhir yang akan kita buat adalah partisi home. Partisi ini bersifat pilihan, maksudnya Anda tidak harus membuatnya secara terpisah dengan partisi "/". Namun agar lebih baik jika kita membuat partisi "/home" terpisah dengan "/". Pilih partisi free space sekali lagi dan klik tombol (+). Pada jendela Creat Partition, tentukan besar ukuran partisi /home yang akan Anda buat. Pada contoh ini saya menggunakan semua sisa yang ada yaitu sebesar 39789 MB. Untuk opsi yang lainnya, Anda sesuaikan dengan gambar di bawah ini dan jangan lupa pada opsi Mount point Anda pilih "/home".


Akhirnya semua partisi sudah selesai di buat, tekan tombol "Install Now" untuk menjalankan instalasi Ubuntu 12.10...


Pada halaman "Where are you?", masukkan kota tempat Anda tinggal dan klik Continue.


Pada halaman ini (Keyboard layout), biarkan dalam pilihan default.


Isikan identitas pribadi dan password Anda pada halaman "Who are you?". Lihat contoh gambar.


Pada halaman "Choose picture", Anda diminta untuk memilih gambar user. Anda dapat memilih gambar yang sudah disediakan atau mengambil gambar melalui kamera.


Jika semua langkah di atas selesai, Anda hanya tinggal menunggu proses instalasi Ubuntu 12.10 selesai.


Finally, setelah proses instalasi selesai restart komputer Anda dengan meng-klik tombol "Restart Now" pada kotak dialog "Installation Complete".


Ketika komputer sudah hidup kembali, pilihlah Ubuntu pada menu grub yang muncul untuk masuk ke sistem operasi Ubuntu yang baru saja Anda instal dan selanjutnya Anda akan dibawa ke desktop Ubuntu 12.10 yang siap Anda gunakan.


Good Luck..

Sumber : SmilePedia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...